
Kematian memang misteri. Kita tidak akan pernah tahu kapan ia datang dan dengan cara bagaimana kita akan meninggalkan dunia yang penuh fitnah ini. Biasanya manusia akan ingat kematian jika ada seseorang yang dekat meninggal (entah itu orang tua, adik/kakak, kerabat, maupun sahabat).
Hari ini saya baru saja kehilangan (lagi) seorang teman (meski bukan teman dekat). Sosoknya mudah dikenali dan memang kadang menjadi bahan perbincangan (tentu bukan untuk bergosip yang tidak-tidak). Badannya yang sakit-sakitan kerap menjadi perhatian khusus bagi teman-teman. Mungkin Allah swt terlalu sayang padanya hingga memanggilnya pada usia 27 tahun, usia yang masih sangat muda terlebih lagi dia baru saja menapaki karir di salah satu instansi pemerintah.
Ketika saya dan teman-teman melihat wajahnya untuk terakhir kali dan berbincang sejenak dengan keluarganya, suasana duka itu begitu terasa. Di mata saya, sosok sang Ibu dan calon istrinya terlihat tegar walaupun air mata terus mengalir..Kejadian hari ini begitu membekas. Saya merasa diingatkan kembali bahwa kematian itu pasti datangnya. Kadang manusia terlalu sombong untuk sekadar merenungi hakikat hidup, bahwa hidup itu hanya sementara..hendaknya disikapi secara bijak.
Hmm..saya jadi merenungi pilihan untuk menon-aktifkan akun fb saya. Saya memang sedang jenuh dan berniat menghilang sejenak dari peredaran (memangnya planet^^) tapi...kejadian ini memberi suatu pelajaran baru bagi saya. Hidup kadang membuat penat dan jenuh, dan memang kadang pula butuh waktu menyendiri. Namun menurut saya, pilihan 'menghilang' bukan solusi tepat. Apalagi waktu memutuskan pilihan itu sedang sedang dilingkupi egoisme, jadi ketika keputusan telah diambil saya jadi menyesal. Seharusnya tidak seegois itu..seharusnya bisa menyelesaikan sendiri kejenuhan yang sedang melanda..tidak perlu melibatkan orang lain dalam masalah pribadi (meskipun kadang teman dibutuhkan).
Kejadian ini cukup membuka mata saya. Saya tidak perlu menghilang karena dapat memutuskan tali silaturahim (menurut saya loh ya..), hanya membuat cemas orang-orang yang peduli pada saya (kalau ada..^^). Memang si, menghilang itu memang kadang diperlukan, tapi rasanya perlu juga dilihat kapan waktunya. Saya pun menemukan cara mengatasi kejenuhan dan tidak perlu menghilang..hehehe...Cukup menekuni apa yang menjadi minat saya dan dengan sendirinya rasa jenuh itu menghilang..^^
Pelajaran hari ini adalah : manfaatkan waktu yang masih kita punya untuk melakukan sesuatu yang berguna, perlakukanlah teman-temanmu dengan baik, kumpulkanlah sebanyak-banyaknya dan sebaik-baik bekal untuk menghadap-Nya nanti..karena kita tidak akan pernah tahu kapan kita akan bertemu dengan Sang Pencipta kita..
Mengutip status fb seorang teman "Taat pada Allòh dan rosul-Nya adalah kunci kesuksesan hidup di dunia dan akhirat.. Segeralah pegang teguh keduanya, karena kita tidak tahu kapan dan dimana kita akan berpisah dengan dunia dan segala isinya.." Inilah sebaik-baik bekal..
0 comments:
Post a Comment